PKS Payakumbuh. Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label sumbar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sumbar. Tampilkan semua postingan

Irwan Prayitno Berantas Tenda Ceper Dengan Twitter?

Written By Birrul waalidain on Jumat, 25 April 2014 | 14.24


PKS Payakumbuh Padang – Gubernur Sumbar Irwan Prayitno hari ini (24/4/14) melalui akun twitternya @irwanprayitno menyampaikan jawaban seputar permasalahan tenda ceper di pantai Padang yang selama ini menjadi bahan pembicaraan hangat masyarakat, tidak hanya di Padang atau Sumbar, tetapi sudah skala nasional.

Irwan Prayitno menyatakan, “PJs Wako Padang sudah berkali-kali melakukan pembersihan tenda ceper. Pembersihan dan penanganan tenda ceper ini akan diseriusi oleh Wako Padang yang baru”. Kicauan Irwan Prayitno ini mendapat tanggapan sejumlah folowernya, di antaranya @erlindakartika yang menyatakan, “Mudah-mudahan terlaksana ya pak. Gak ditunda-tunda lagi. Malu sekali rasanya kalo melihat ini”.

Follower lain @maruhunmaruhun juga menanggapi, “Mantap tu mak.. tu baru “action” namonyo mak”. Yang dimaksud “mak” ini adalah panggilan “mamak” yang kira-kira sepadan dengan kata “paman”. (dep/rfk)

Anis Matta Akan Mengindonesiakan Budaya Berdagang

Written By Birrul waalidain on Jumat, 28 Maret 2014 | 18.39


Disetiap daerah yang didatanginya, Anis Matta pasti selalu mempunyai materi kampanye yang khusus dan sesuai dengan daerah tersebut. Di lapangan Imam Bondjol, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) Anis Matta dalam orasinya juga menyampaikan bahwa salah satu kunci kesuskesan ada pada berdagang, dan Anis Matta sangat salut dengan jiwa berdagang yang dimiliki oleh orang-orang Minang.

“Kalau mau makmur dan sejahtera ya berdagang. Kelak kalau saya diamanahkan jadi Presiden, salah satu program saya adalah mengindonesiakan kultur budaya Minang yaitu berdagang. “Orang Minang itu kaya raya karena hobi berdagang,” ucap Anis Matta penuh semangat.

Selain itu, Anis juga mengajak para simpatisan untuk ‘memutihkan’ istana. ”Istana ini sudah pernah merasakan merah, sudah pernah rasa kuning, sudah pernah rasa biru. Yang belum apa?” tanya Anis sambil kepada belasan ribu peserta kampanye, di lapangan Imam Bonjol, Padang, Sumbar, Selasa (25/3/2014).

“Putih!!!” teriak massa dengan antusias.


[Anismatta.net]

Gubernur Sumbar Desak Pemprov Riau Segera Atasi Kebakaran Hutan

Written By Birrul waalidain on Senin, 10 Maret 2014 | 02.59


Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengimbau kepada Pemerintah Provinsi Riau, untuk melakukan langkah cepat mengatasi kebakaran hutan di wilayah setempat.
Hal tersebut dilontarkan Irwan menyikapi dampak kebakaran hutan berupa kabut asap dari Provinsi Riau yang menerpa sebagian wilayah Sumatera Barat. Kondisi ini jelas menganggu kesehatan masyarakat serta gangguan penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau-BIM.
Berdasar laporan yang diterima Gubernur, kualitas udara di Kota Bukitinggi dan Kabupaten Pasaman Barat  semakin memburuk karena terkontaminasi kabut asap kiriman dari Provinsi Riau. Masyarakat di wilayah tersebut pun telah mulai terkena serangan infeksi saluran pernafasan.
“Saya sudah terima laporan, ada dua daerah yang kualitas polusi udaranya di atas ambang batas. Istilahnya di garis merah. Dua daerah tersebut Kota Bukitinggi dan Pasaman Barat”, terang Irwan Prayitno, Jumat (28/2).
Menurut Gubernur, masyarakat di wilayah yang berbatasan dengan Provinsi Riau dan telah terdampak oleh kabut asap, telah dihimbau menggunakan masker ketika beraktivitas keluar rumah. Sebagai antisipasi meluasnya efek kabut asap dan menekan dampak terhadap kesehatan masyarakat, saat ini Pemprov Sumatera Barat melalui Dinas Kesehatan juga telah menyiapkan 10 ribu masker untuk dibagikan kepada masyarakat.
Selain kesehatan masyarakat yang terganggu, kabut asap dari Provinsi Riau yang telah bergerak menyelimuti Kabupaten Padang Pariaman,juga mengakibatkan sejumlah penerbangan domestik dan internasional terganggu, serta sebagian harus dibatalkan  karena jarak pandang menurun dari 2000 meter menjadi 800 meter. Untuk itu, Gubernur Irwan Prayitno meminta Pemprov Riau agar melakukan pemadaman titik api  atau melakukan hujan buatan agar efek kabut asap bisa berkurang.
“Saya akan koordinasikan dengan dengan Pemerintah Riau tentang kabut asap ini agar mereka mengambil tindakan cepat,  memadamkan api dari sumbernya atau setidaknya membuat hujan buatan agar efek kabut ini tidak menjadi-jadi,  karena kabut asap ini juga sampai ke BIM, saya dapat info ada pesawat yang batal mendarat kemarin”, paparnya dalam siaran persnya kepada ROL.
Namun demikian Gubernur Irwan Prayitno berpendapat, kondisi kabut asap kiriman dari Riau masih bisa diantisipasi dan ditanggulangi, sehingga belum perlu ditetapkan status siaga darurat.
republika.co.id 28 Februari 2014

Setelah Pilkada Kota Padang Jangan Ada Konflik


Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengimbau, setelah selesai pencoblosan Pilkada Kota Padang putaran kedua, semua perbedaan, keberpihakan agar dihilangkan. Sehingga tidak muncul konflik yang akan merugikan semua pihak.
“Kepada warga Kota Padang yang telah menggunakan hak pilihnya, saya memberikan apresiasi. Kepada penyelenggara Pilkada Kota Padang laksanakan amanah dengan baik, objektif, dan tidak memihak,” katanya di Padang, Rabu (5/3).
Irwan berpesan, yang kalah harus legowo, dan yang menang jangan angkuh. Harus dapat merangkul semua pihak. Karena sesungguhnya siapa pun yang menang hal itu merupakan kemenangan semua masyarakat kota Padang.
Begitu juga kepada yang terlibat, tim sukses, kemenangan dan kekalahan harus diterima dengan legowo dan jangan ada konflik. Karena semua adalah sesama warga Kota Padang. 
“Tidak berapa lama lagi kota Padang punya seorang pemimpin (Walikota dan Wakil Walikota) yang baru. Semoga dapat pemimpin yang terbaik,” imbuh dia. (EFS)

Pemprov Sumbar Apresiasi Keinginan Masyarakat Majukan Pendidikan


Gubernur Irwan Prayitno secara pribadi bantu pembangunan Pesantren Darul Ulum Ahlussunah dan kantor DPP Jamah Sythriah di Gunung Sarik Kota Padang, Minggu pagi (2/3). Hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPD RI H,. Afrizal, Wakil Ketua DPRD Sumbar Farhan, dan Ketua Jamah Sythariah Kota Padang.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan, pemprov Sumbar memberi apresiasi dan menyambut baik terhadap perhatian dan keinginan masyarakat dalam memajukan dunia pendidikan di Sumater Barat, termasuk yang dilakukan oleh jamaah Sythariah Kota Padang saat ini yang ingin membangun Pondok Pesantren Darul Ulum Ahlussunnah.

Kita sesungguhnya menyadari tantangan dan godaan globalisasi yang terjadi saat ini jika tidak disikapi secara arif dan bijaksana akan membawa dampak terhadap kesinambungan pembangunan baik nasional maupun di Sumatera Barat yang kita cintai ini. Langka utama menyiapkan generasi yang berpendidikan, berkarakter, serta mengamalkan pengetahuan agama secara baik dan benar tentunya sesuatu yang patut kita perhatikan secara bersama-sama.

Karena itu pemprov sumbar bersama DPRD akan berupaya memberikan bantuan sesuai aturan perundangan -undangan yang berlaku. mudah-mudahan ini memberikan kotribusi besar dalam memajukan SDM di Sumatera Barat, harapnya.

Dalam kesempatan itu Gubernur Irwan Prayitno melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesatren darul Ulum Ahlussunnah Gunung Sarik Kota Padang yang juga memberikan bantuan dana secara pribadi sebesar Rp. 10 juta, diikuti oleh anggota DPD RI Afrizal, Wakil Ketua DPRD Farhan dan Mantan Wakil Bupati Solsel seterusnya. - See more at: http://www.sumbaronline.com/berita-18406-pemprov-sumbar-apresiasi-keinginan-masyarakat-majukan-pendidikan.html#sthash.IldFeZyS.dpuf

Mahyeldi: Saya Wakafkan Diri untuk Membangun Kota Padang


Hasil (sementara, belum resmi KPU) Pilkada Kota Padang yang digelar hari ini (Rabu, 5/3/2014) menempatkan pasangan Mahyeldi-Emzalmi yang diusung PKS dan PPP unggul dengan perolehan suara 50,23% (real count 100% data C1 yang dihimpun Satuan Kerja Kesbangpol Kota Padang).

H. Mahyeldi Ansharullah, SP. Dt. Marajo merupakan salah satu kader senior PKS di Sumatera Barat. Bahkan pernah menjabat sebagai Ketua DPW PKS Sumatera Barat.

Terlahir dari keluarga sederhana, pria kelahiran Bukittinggi 25 Desember 1966 ini sama sekali tidak menduga akan menjadi seorang pemimpin penting. Ia pun bertekad untuk mewakafkan dirinya untuk menjadi pelayan bagi masyarakat kota Padang.

"Sebelum mencalonkan diri jadi calon walikota Padang bersama pak Emzalmi, saya sudah sebutkan pada orangtua dan keluarga, bahwa saya akan menjadi pelayan masyarakat, sekaligus saya sudah mewakafkan diri saya berjuang untuk membangun kota Padang ini apabila saya terpilih jadi walikota nanti," ucap mantan Wakil Walikota Padang ini sebelum hari H pelaksanaan pilkada putaran dua.

Hasil Binaan Irwan Prayitno

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno punya kesan tersendiri dengan Mahyeldi. la mengaku pertama kali kenal dan bertemu dengan Mahyeldi saat masih bersekolah di SMA Negeri 1 Bukittinggi sekitar 1980. Waktu itu Irwan yang berstatus mahasiswa pulang kampung dan menggelar pesantren kilat untuk pelajar SLTA dimana Mahyeldi menjadi salah satu pesertanya. Sejak saat itu Mahyeldi rajin mengikuti kegiatan pembinaan keislaman yang digelar rutin. 

Kiprah Mahyeldi

1. Wawako Padang (2009-2014)
2. Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (2004-2009)
3. Ketua BNK Kota Padang (2009-Sekarang )
4. Ketua ICMI Kota Padang ( 2010-sekarang)
5. Ketua PSP Padang (2010-sekarang )
6. Penasehat BIKERS Kota Padang (2012-Sekarang)
7. Ketua Kakus Lingkungan DPRD Se SUMBAR (2004-2009)
8. Penggagas Koperasi Jasa Keuangan Syariah ( KJKS) Kota Padang dan Majelis Pembimbing Daerah
9. Pramuka Kwarda Kota Padang (2009- Sekarang )
10. Penasehat Alumni Fakultas Pertanian (AFTA) SUMBAR (2012- Sekarang )
11. Penasehat Asosiasi Sekolah Sepak Bola (SSB) Sekota Padang (2013-Sekarang )
12. Alumni LEMHANAS 2012
13. Pengurus LKAAM Sumatera Barat

Stres, Gubernur dari PKS Mau Dibunuh

Written By Birrul waalidain on Rabu, 12 Februari 2014 | 10.11


Oleh Irwan Prayitno
Gubernur Sumatera Barat

Peristiwa mengejutkan dan tak disangka-sangka terjadi Rabu, 22 Januari 2014 lalu, sekitar pukul 14.00 WIB. Seorang lelaki muda dengan postur tubuh sedikit tambun memasuki kantor gubernur Sumatera Barat. Di tangannya terhunus sebilah pisau. Menurutnya ia akan membunuh dan menguliti kepala gubernur.

Peristiwa itu memang tak disangka-sangka. Awalnya tak ada yang mencurigakan dari lelaki berkacamata minus dan berpenampilan terdidik ini. Penampilannya malah cenderung parlente, mengendarai mobil jenis Toyota Rush berwarna hitam. Belasan petugas Satpol PP yang bertugas di kantor gubernur saat itu pun terkecoh dan tidak mengetahui kehadirannya.

Pengawalan di kantor gubernur dan di rumah dinas gubernur memang sengaja saya buat minimalis dan minim protokoler. Maksudnya adalah supaya saya bisa dekat dengan masyarakat dan tidak ada gap yang jauh antara gubernur dan masyarakat. Di setiap kesempatan hal serupa juga saya lakukan, minim protokoler, berbaur dengan masyarakat.

Tak berhasil menemukan gubernur untuk melaksanakan niatnya, pria ini langsung pergi dan menghilang. Ia menghilang sebelum petugas keamanan dari Satpol PP yang bertugas saat itu berhasil meringkusnya.

Belakang baru diketahui bahwa pria ini mengalami stres. Ia adalah tamatan jurusan geologi Istitut Teknologi Bandung (ITB). Menurut Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (UNP), pria yang baru enam bulan berada di Sumbar ini adalah kandidat dosen pada Fakultas Teknik tersebut, dan telah lulus seleksi kemampuan akademik. Belakangan baru diketahui bahwa pria yang tergolong cerdas ini mengalami gangguan psikologis (stres).

Stres dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang menekan keadaan psikis seseorang dalam mencapai suatu kesempatan dimana untuk mencapai kesempatan tersebut terdapat batasan atau penghalang (Robbins, 2001). Stres bisa juga diartikan sebagai suatu kondisi yang mempengaruhi keadaan fisik dan psikis seseorang karena adanya tekanan dari dalam ataupun luar diri seseorang yang dapat mengganggu pelaksanaan kerja mereka. Ringkasnya stres disebabkan oleh adanya penghalang/tekanan bagi seseorang untuk mencapai apa yang ia inginkan.

Ada banyak penyebab timbulnya stres. Masalah ekonomi, misalnya. Bahkan masalah ekonomi dicatat sebagai penyebab stres utama dalam masyarakat kita. Lingkungan yang tidak nyaman, kesulitan memperoleh pendidikan, birokrasi yang berbelit-belit, merupakan sejumlah pemicu stres pada masyarakat. Banyak faktor lainnya yang membuat masyarakat tidak nyaman dan stres.

Pemerintah secara umum, atau pemimpin secara spesifik yang diamanahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berkewajiban memperkecil penyebab stres dalam masyarakat. Caranya adalah dengan memfasilitasi dan membantu masyarakat untuk meningkatkan ekonominya, meningkatkan pelayanan dan mempermudah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya yang mendasar seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi dan sebagainya.

Jika semua itu berjalan lancar, tidak serba susah dan sulit, tentu masyarakat akan merasa nyaman dan tenang. Juga tentunya tingkat stres dalam masyarakat akan berkurang. Masyarakat bisa menjalankan aktifitas ekonominya dengan tenang dan nyaman, di bidang pendidikan mereka bisa memperoleh pendidikan yang baik dan berkualitas sedangkan di lingkungan kerja, fasilitas umum dan pemukiman mereka terasa nyaman dan menyenangkan.

Dalam rapat-rapat dengan berbagai unsur pemerintah saya selalu mengingatkan bahwa tugas dan tanggung jawab pemerintah serta pemimpin sesuai amanat undang-undang adalah mensejahterakan masyarakat. Pemerintah dan pemimpin dianggap gagal dan tidak amanah jika tidak berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah ada untuk melayani masyarakat agar bisa mencapai sejahtera. Karena itu program pemerintah mengarah kepada upaya-upaya mensejahterakan masyarakat. Terlepasnya masyarakat dari masalah-masalah ekonomi tentu akan mengurangi tekanan dan beban hidup mereka yang sekaligus akan mengurangi kemungkinan mereka mengalami stres.

Mari kita berjabat tangan, bahu membahu, bersama-sama menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. Jangan menambah ketegangan masyarakat dengan menambah-nambah isu yang tidak benar. Jangan ikut menyebarkan informasi atau isu, baik dari mulut ke mulut, melalui SMS atau jejaring sosial dan sebagainya jika belum benar-benar yakin kebenaran informasi tersebut.

Tahun ini merupakan tahun yang berat. Negara kita akan menghadapi tiga tantangan yang berat, yaitu masalah ekonomi, cuaca yang ekstrim dan tahun politik. Mari kita hadapi tantangan tersebut secara arif dan bijaksana. Semoga kita dapat mengatasi tantangan ini dengan baik dan keluar sebagai pemenangnya (the champion), bukan sebagai kelompok yang kalah dan babak belur (the looser) akibat stres. Amin! (*)

__
*koran Singgalang 6 Februari 2014
 
Support : Creating Website | Dubalang Template | Riza Falepi Site
Copyright © 2011. PKS Payakumbuh - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by PKS Payakumbuh
Proudly powered by Blogger